Setiap Kesempatan Adalah Emas Bagi Penyandang Disabilitas

Hal seperti penyandang disabilitas sebenarnya bukanlah hal yang tidak biasa di luar negeri. Di negara Jepang, perusahaan yang tidak dapat memenuhi kuota penyandang disabilitas akan diberi sanksi yanng tegas. Diharapkan Indonesia dapat meniru hal ini, namun nyatanya di Yogyakarta, data dari inas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 44 dari 400 perusahaan besar yang merekrut penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja mereka. Namun, hal ini sudah bisa disebut sebagai langkah awal yang bagus, untuk bisa dijadikan inspirasi perusahaan lainnya kompasiana.

Negara sendiri sudah memberikan perlindungan dan jaminan hidup kepada penyandang disabilitas, yang tertuang dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang disabilitas, pemerintah berkewajiban untuk melindungi penyandang disabilitas agar mereka mampu hidup secara mandiri tanpa terhalang oleh berbagai hambatan. Hambatan-hambatan tersebut, bisa datang dari dalam bentuk fisik maupun nonfisik. Tak hanya itu, Undang-Undang Disabilitas juga mewajibkan setidaknya 2% dari keseluruhan jumlah karyawan ditujukan untuk penyandang disabilitas bagi perusahaan BUMN/BUMD dan pemerintah. Sedangkan bagi pihak swasta jumlah kuota disabilitasnya paling sedikit 1% dari keseluruhan jumlah pekerja.

Di Indonesia sendiri, harus diakui, belum banyak perusahaan yang membuka perusahaannya untuk menerima penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja mereka. Namun, sudah ada beberapa perusahaan yang secara terbuka mau memperkerjakan penyandang disabilitas, dan hal tersebut merupakan awal yang sangat bagus karena mampu membuat perusahaan lain untuk secara terbuka menerima penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja.

Memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang setara dengan non-disabilitas merupakan langkah yang penting. Penyandang disabilitas mampu bersaing dengan mereka yang non-disabilitas jika diberi kesempatan. Sayangnya, kesempatan untuk para penyandang disabilitas yang tidak banyak. Sementara, jika perusahaan mau membuka kesempatan kepada penyandang disabilitas, justru bisa dijadikan sebagai aset bagi perusahaan itu karena mereka (penyandang disabilitas) akan memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Penyandang disabilitas tidak mungkin akan menyia-nyiakan pekerjaannya begitu saja, jika tidak memberika yang terbaik bisa kapan saja akan dikeluarkan dari perusahaan dan mencari pekerjaan baru bagi penyandang disabilitas merupakan hal yang sulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *